Jangan Pernah Menunggu Waktu Luang, Luangkanlah Waktu Untuk Mengingat ALLAH Majelis Al-Kautsar Indonesia – Hubungi kami:

Majelis Al-Kautsar Indonesia

Hubungi Kami

Saudara-Ku...
Zikir secara istiqamah pada hakikatnya adalah melatih diri menciptakan getaran yang sempurna dalam tubuh, getaran Maha Dahsyat dari Sang Maha Sempurna, dan dengan getaran itu mampu memusnahkan segala bala bencana, segala kemungkaran dan unsur-unsur syetaniyah yang bersemayam dalam diri manusia.
Fungsi tubuh terutama Qalbu adalah untuk menerima getaran Maha Dahsyat tersebut dan kemudian getaran itu mempengaruhi apa pun yang disentuhnya. Itulah sebabnya seorang Guru Rohani terkadang tanpa mengucapkan nasehat sepatah katapun bisa membuat para muridnya berubah menjadi orang yang baik, pengajarannya berbekas dalam sanubari murid-muridnya.

Jika dalam hidup terus menerus menemui masalah, maka sudah saatnya kembali melihat ke dalam diri, membuka kembali hati agar bisa menerima getaran Maha Dahsyat, ketika dalam diri menjadi teratur maka diluar juga ikut teratur.

“Sebenarnya kita sendiri yang mengundang penyakit untuk mendekat”, kita sendiri mengundang berbagai problem dalam hidup, segala kemalangan dan kebencian.

Kalau segala penyakit dan problem kita yang mengundang, tentu saja kita juga bisa mengundang segala kebaikan dan kesuksesan, semuanya tergantung kepada diri sendiri. Kirim lah undangan kepada kebaikan dan kesuksesan secara istiqamah, maka dia akan datang menghampiri anda secara istiqamah pula.



Dari Abu Hurairah dan dari Abu Said radhiallahu ‘anhuma, katanya:
“Rasulullah s.a.w. bersabda: “Tiada sesuatu kaum pun yang duduk-duduk sambil berdzikir kepada Allah, melainkan dikelilingi oleh para malaikat dan ditutupi oleh kerahmatan serta turunlah kepada mereka itu ketenangan dalam hati mereka dan Allah mengingatkan mereka kepada makhluk-makhluk yang ada di sisinya yakni disebut-sebutkan hal ihwal mereka itu di kalangan para malaikat.” (HR Muslim)



Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Aku akan menjamin sebuah rumah di dasar surga bagi orang yang meninggalkan debat meskipun dia berada dalam pihak yang benar.
Dan aku menjamin sebuah rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta meskipun dalam keadaan bercanda.
Dan aku akan menjamin sebuah rumah di bagian teratas surga bagi orang yang membaguskan akhlaknya.”
[HR. Abu Dawud dalam Kitab al-Adab, hadits no 4167]







Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman.
[QS Al-Baqarah;6]

Allah telah mengunci hati mereka dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.
[QS Al-Baqarah;7]



Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah kisah-kisah itu agar mereka berfikir.
[QS Al-A'raf;176]

www.surau-kita.com
Saudaraku... Orang bertaqwa itu tidak takut dengan manusia dan kuasa manusia, kalau ia didatangkan ujian dari manusia tidak pula berdukacita, Orang mukmin itu tidak takut dengan kemiskinan, jika terjadi kemiskinan tidak pula bersedih hatinya, Orang beriman itu tidak takut dengan kesakitan, kalau ia sakit tidak pula susah hatinya, Orang yang soleh itu tidak bimbang tentang rezekinya, tidak pula cacat akhlaknya, tidak cemas kalau tidak ada harta, tidak panik kalau hilang hartanya dan tidak pula menderita jiwanya...